Asyik bermain air dalam bak kecil tempat cucianku
Ku tahu baju itu bersih, celanaku kotor tak ada lagi
Tapi aku, jiwa dan batinku
Tak dapat suci dengan kucuci, Satu dosa Dhuhurku
Memang ku sholat setelah itu
Sholat ketakutan, sholat ketergesaan
Tak ada keikhlasan, kekusyukan dan kenyamanan
Dalam resah perasaanku, mata-mata bergelantungan
Menyorotiku, memperhatikan “Sholat apakah Ia?”
Tak kuindahkan itu, kulupakan dosaku
Kupilih tempat untuk Asharku bersama orang pujaanku
Kuperhatikan Ia, sesekali ku lirik matanya
Kulupa dalam sholatku, pada Tuhanku pada niatku
Ku salami orang itu dengan bangga
Tuhan bangga pula tuliskan untukku satu dosa Asharku
Riya menemani bacaanku
Al-Quran ditanganku menangis tersedu, sedih
Ku lumuri tubuhku dengan dosa dan kepalsuan
Malam ini aku masih lupa
Ku lelap dalam Maghribku, ku tidur dalama sholatku
Ku tak tahu, betapa Tuhan telah tuliskan untukku, satu dosa Maghribku
Sekali lagi riya menggodaku, merayuku dalam bacaanku
Al-Quran tumpahkan tangis air mata darah, Mengutukku dalam Isyaku
Tak kuindahkan Imam di depanku , k uterus berpacu
Bayangkan nikmat soup telur makan malamku
Serta lezat dan gurihnya ikan goring kesukaanku
Satu lagi dosa Isyaku, Tuhan Menulisnya
Dalam padam lampu, kusadari diriku dalam gelap
Gelap malam dan kegelapan dosa-dosaku,
Kutenggelam dalam lumurnya
Ku rasakan mata Tuhan mencorong
memojokkanku dalam pojok masjid putih, serasa dalam kuburan
Kuteriak :”Tuhaaaaan…!!”
Oh, kuingin bertobat dan bersujud memelas kasihMu
Mengharap ampunanMu
Dalam empat dosa sholatku, kubeku dalam dosa-dosa besarku
Tak terjumlah banyak dosa-dosa kecilku
Ku termangu dalam taubatku
Dalam sungai penyesalanku
Ku tahu baju itu bersih, celanaku kotor tak ada lagi
Tapi aku, jiwa dan batinku
Tak dapat suci dengan kucuci, Satu dosa Dhuhurku
Memang ku sholat setelah itu
Sholat ketakutan, sholat ketergesaan
Tak ada keikhlasan, kekusyukan dan kenyamanan
Dalam resah perasaanku, mata-mata bergelantungan
Menyorotiku, memperhatikan “Sholat apakah Ia?”
Tak kuindahkan itu, kulupakan dosaku
Kupilih tempat untuk Asharku bersama orang pujaanku
Kuperhatikan Ia, sesekali ku lirik matanya
Kulupa dalam sholatku, pada Tuhanku pada niatku
Ku salami orang itu dengan bangga
Tuhan bangga pula tuliskan untukku satu dosa Asharku
Riya menemani bacaanku
Al-Quran ditanganku menangis tersedu, sedih
Ku lumuri tubuhku dengan dosa dan kepalsuan
Malam ini aku masih lupa
Ku lelap dalam Maghribku, ku tidur dalama sholatku
Ku tak tahu, betapa Tuhan telah tuliskan untukku, satu dosa Maghribku
Sekali lagi riya menggodaku, merayuku dalam bacaanku
Al-Quran tumpahkan tangis air mata darah, Mengutukku dalam Isyaku
Tak kuindahkan Imam di depanku , k uterus berpacu
Bayangkan nikmat soup telur makan malamku
Serta lezat dan gurihnya ikan goring kesukaanku
Satu lagi dosa Isyaku, Tuhan Menulisnya
Dalam padam lampu, kusadari diriku dalam gelap
Gelap malam dan kegelapan dosa-dosaku,
Kutenggelam dalam lumurnya
Ku rasakan mata Tuhan mencorong
memojokkanku dalam pojok masjid putih, serasa dalam kuburan
Kuteriak :”Tuhaaaaan…!!”
Oh, kuingin bertobat dan bersujud memelas kasihMu
Mengharap ampunanMu
Dalam empat dosa sholatku, kubeku dalam dosa-dosa besarku
Tak terjumlah banyak dosa-dosa kecilku
Ku termangu dalam taubatku
Dalam sungai penyesalanku
.jpg)

0 komentar:
Posting Komentar