Bila hidup itu cermin
Maka isyarat apa yang mampu menyiratkan hidup
bahwa kehidupan itu adalah sosok kita
Atau... sesosok kehidupan adalah penampakan dari wujud kita
yang telah terpantulkan melalui lembar-lembar perjalanan
Maka,
Bila hidup itu cermin
Seharusnya kita lebih mengerti dan memahami hidup apa dan bagaimana
yang telah dan akan dilalui agar mampu menempatkan diri padanya
Bila hidup itu cermin,
Seharusnya kita dapat bersentuhan lebih dekat padanya
agar kita mengetahui dengan jelas benar segala
kekurangan yang terpantul dari cemin itu,
Namun sayang,
Kita sering menganggap bahwa hidup itu adalah cermin cembung
yang selalu melebih-lebbihkan kekurangan dan mengurang-ngurangkan
segala kelabihan yang kita miliki
atau kita sering menganggap bahwa hidup itu adalah cermin cekung
yang selalu memberikan kekecewaan pada apa yang dipantulkanya
dan menganggap cermin kehidupan adalah wujud yang lari dari kenyataan
Padahal kalau saja kita mampu merenungkan sejenak peristiwa
yang telah dialami, baik yang memalukan maupun yang menyenangkan
adalah cerminan dari diri kita yang tak sempat kita cermati
bahkan luput dari pandangan mata.
Cobalah mengerti, andai kita mampu melihat hidup ini seperti cermin datar
yang setiap hari kita berkaca padanya, melihat noda hitam di wajah
dengan jelas dan pelan-pelan mulai menutupinya dengan polesan bedak atau sekedar lotion,
Bukankah itu lebih mudah ?
Beberapa kali kita bercermin untuk sekedar memperindah penampilan jasad?
Namun,
Ketika itu, sudahkan kita bercermin dengan kehidupan,
menutupi kesalahan dengan amal soleh yang kita perbuat
dan menjadikan kelebihan sebagai jalan untuk dekat dengaNya,
seperti yang tiap hari kita lakukan.
Sudahkan kita?
atau memang kita malu melihat segala kekurangan kita
melaui cermin kehidupan yang ada di dalam depan mata?
( Tim Ilna )
Selasa, Februari 03, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar